Makalah Cara Penyelamatan korban Banjir


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan Syukur patut kita panjatkan ke hadirat Ilahi Rabbi Allah Rabbul Ijjati yang telah memberikan kepada kita semua umur yang panjang sehingga kami dapat menyusun makalah ini.
Dalam Makalah yang kami susun ini berjudul “ LANGKAH LANGKAH PENYELAMATAN PADA KORBAN BANJIR ” dengan disertai tipsnya yang mudah-mudahan dapat bermanfaat.
Dalam makalah yang kami buat ini diisi dengan pendahuluan dan pengenalan banjir serta apa yang menyebabkan banjir yang dijelaskan dengan lumayan rinci disertai denga tips-tips masalah banjir, diantaranya :
SEBELUM BANJIR
• Kerja bakti membersihkan saluran air
• Melaksanakan kegiatan 3M (Menguras, Menutup dan Menimbun) benda-benda yang dapat menjadi sarang nyamuk
• Membuang sampah pada tempatnya
• Menyediakan bak penyimpanan air bersih
Kami tahu bahwa dalam makalah yang kami susun ini masih banyak kekurangan baik dalam penulisan, penyusunan maupun penulisannya, maka dari itu dengan lapang dada kami menerima saran dan kritikan yang bersifat membangun buat kemajuan kami dengan mengirimkan kritikan pada Alumninsq@ymail.com agar kami dapat lebih baik dan jika temen-temen mempunya materi tentang apa saja, silahkan kirimkan ke saudara Dede Arip Hidayat. Semua Kiriman teman-teman akan kami tampilkan di www.dasistalovers.wordpress.com atau di www.alumninsq.wordpress.com.

DAFTAR ISI


• Kata Pengantar
• Daftar Isi
• Pembahasan :
1. Banjir, Siapa yang salah ?
2. Pemahaman Tentang Siklus Air dan Penyebab Banjir
3. Pendekatan Penanganan Banjir
4. Cara Penyelamatan Dasar Pada Korban Banjir
5. TIPS BANJIR

• Kesimpulan
• Penutup

BANJIR

Musim hujan menjadi musim yang banyak membawa manfaat bagi kehidupan manusia. Namun belakangan ini musim hujan menyebabkan bencana banjir sehingga mengganggu kegiatan manusia. Menanggapi kondisi ini, kita perlu memahami kembali teori siklus air yang menguraikan bagaimana proses perputaran air di bumi, menyikapi dengan bijak tentang ancaman pemanasan global dan mendesain penataan ruang yang memberikan perhatian lebih besar kepada fungsi air.
1. Banjir, Siapa yang salah ?
Hampir setiap musim hujan di beberapa kota besar di Indonesia terjadi banjir, baik dalam skala genangan yang besar maupun kecil. Sekecil apapun genangan air akan menimbulkan dampak gangguan ketidaknyamanan bagi warga. Penyebab banjir dapat berasal dari limpahan air hujan maupun air pasang untuk daerah permukiman yang berada di tepian pantai, yang keduanya merupakan fenomena alam serta sudah menjadi bagian kehidupan manusia selama proses siklus hidrologi berlangsung.
Selama ini penanganan banjir lebih banyak pada bagaimana tindakan mitigasi dan penyelamatan korban pada saat banjir terjadi, sementara itu tindakan pencegahan dan antisipasi masih kurang dilakukan. Memang atmosfer untuk mencari siapa yang salah tak seharusnya mendominasi kejadian bencana banjir yang telah terlanjur terjadi. Langkah penyelamatan dan mitigasi terhadap korban banjir memang adalah yang paling utama, namun pemikiran dalam menyikapi setiap peristiwa yang terjadi tidak boleh hilang.
Banyak dari kita berasumsi bahwa banjir yang kerap kali datang adalah kesalahan alam. Alam diyakini memiliki siklus tertentu yang menghasilkan curah hujan sangat tinggi sehingga menjadi penyebab utama banjir. Ditambah lagi terjadinya pemanasan global yang mengakibatkan es kutub mencair, sehingga tinggi permukaan air laut naik berakibat pada saat air pasang menggenangi kawasan permukiman di tepian pantai. Bijaksanakah apabila kita “menyalahkan” alam atas terjadinya bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Indonesia akhir-akhir ini?
Penyelesaian suatu permasalahan secara menyeluruh hanya dapat dilakukan apabila permasalahan tersebut sudah dapat dikenali dan diidentifikasi dengan baik. Begitu juga dalam kasus banjir, perlu bagi kita untuk lebih mengenal lebih baik mengenai akar permasalahan penyebab terjadinya banjir, bagaimana kaitannya dengan siklus air, bagaimana pengaruh kegiatan di daratan terhadap kejadian banjir, serta bagaimana kebijakan penanganan banjir yang diberlakukan selama ini sangat menentukan keberhasilan dalam mengatasi persoalan banjir. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai hal-hal tersebut, maka diharapkan di masa mendatang paradigma menangani bencana banjir yang selama ini digunakan dapat diubah, sehingga dampak banjir dapat diminimasi bahkan secara bertahap dapat dieliminasi.

2. Pemahaman Tentang Siklus Air dan Penyebab Banjir
Dalam perjalanannya di alam, air membentuk suatu siklus yang sering disebut siklus air. Siklus air didefinisikan sebagai sirkulasi air secara terus menerus dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui hujan (precipitation), pengembunan (condensation), penguapan (evaporation) dan pernafasan tumbuhan (transpiration). (www.id.wikipedia.org/wiki/Siklus_air)
Dari definisi di atas disebutkan bahwa hujan merupakan salah satu bagian dari siklus air. Pada saat hujan, penyebab terjadinya banjir adalah air terperangkap di daratan akibat terhambatnya proses run off menuju bagian hilir. Idealnya, besaran run off menuju hilir dengan jumlah hujan yang turun ke daratan berada dalam keadaan seimbang. Permasalahan terjadi ketika air hujan jatuh ke bumi namun tidak banyak diserap tanah karena proses infiltration terhambat akibat minimnya daerah resapan air. Kondisi ini menyebabkan penambahan volume air yang bergerak di atas permukaan tanah mengikuti aliran sungai menuju ke hilir. Apabila kondisi saluran air yang membawa air permukaan menuju ke hilir tidak cukup menampung volume air, maka air akan mencari jalannya sendiri. Air akan melewati bahkan menggenangi daerah-daerah yang secara topografi rendah, ‘tanpa peduli’ apakah kawasan tersebut dihuni atau tidak.
Selain itu, kondisi siklus air dapat mengalami perubahan karena terpengaruh oleh peningkatan temperatur bumi secara global. Pemanasan global akan menimbulkan perubahan iklim yang menyebabkan terjadinya peningkatan intensitas curah hujan yang diprediksi mencapai 2%-3% per tahun di Indonesia. (Ratag et.al, 2001 dalam Laporan Bank Dunia, 2007). Musim penghujan diperkirakan berlangsung lebih singkat (jumlah hari musim hujan tahunan berkurang) dengan intensitas yang tinggi sehingga meningkatkan risiko banjir dan longsor. Bersamaan dengan itu pemanasan global membuat es di kutub mencair, mengakibatkan semakin tingginya permukaan air laut dan semakin banyak daratan yang memiliki topografi lebih rendah di bawah permukaan air laut. Singkatnya ancaman pemanasan global membuat perubahan siklus air yang menjadikan peluang kejadian bencana banjir di Indonesia yang semakin sering, serta dengan kemungkinan skala wilayah yang semakin luas.

3. Pendekatan Penanganan Banjir
Banyak cara ditempuh manusia untuk melakukan usaha preventif terhadap bencana banjir karena memahami filosofi siklus air di atas. Teknik yang dipakai dapat berupa pemeliharaan alam secara alami, atau dengan teknologi buatan. Teknik yang pertama sudah berumur ribuan tahun, yaitu berupa upaya memelihara daerah resapan air baik di bagian hulu maupun hilir dari suatu daerah aliran sungai (DAS), antara lain dengan melestarikan hutan. Artinya, sebanyak mungkin air hujan dapat meresap ke dalam tanah karena bantuan akar pepohonan yang dapat menghambat laju run off menjadi lambat.
Pada prinsipnya pemecahan masalah banjir dilakukan secara fisik dan non fisik bersama-sama dalam jangka panjang untuk menyeimbangkan siklus air. Pendekatan pembangunan fisik melalui teknologi buatan manusia selama ini adalah pembuatan waduk buatan (situ, danau, embung air) dan sumur resapan. Pembuatan waduk dan sejenisnya memerlukan lahan yang sekarang sulit didapatkan di kota-kota besar khususnya Jakarta, demikian juga penerapan sumur resapan juga sulit dilaksanakan secara masal.
Sementara pendekatan non fisik melalui perencanaan tata ruang dan tata kelola air yang baik, selaras dengan kegiatan manusia. Tata ruang air tidak berarti menata ruang airnya, akan tetapi lebih kepada penataan ruang yang memberikan perhatian lebih kepada siklus air agar keseimbangan air terjaga. Pada musim hujan air tidak menimbulkan masalah besar di daratan dan sebaliknya pada musim kemarau tidak terjadi kekeringan atau kekurangan air. ( PUSTRA/ BPI/ Mei/ 2008 )

4. Cara Penyelamatan Dasar Pada Korban Banjir
Penyelamatan dasar pada korban banjir adalah
a. Memeriksa kesehatan korban,
Sebab biasanya, pascabanjir sering muncul penyakit seperti penyakit diare, gatal- gatal, demam, dan lain-lain,” kata Asep.
b. mengangkat korban dengan tandu atau tidak,
c. menangani korban yang mengalami patah tulang, dan hal-hal yang harus diperhatikan oleh seorang penyelamat. Kegiatan ini ternyata cukup menarik bagi peserta, apalagi peserta diajak untuk mempraktekannya sendiri.
Menurut Wakil Komandan SAR Sukoharjo Muklis, ada tiga hal yang harus diperhatikan rescuer ketika akan melakukan penyelamatan, pertama keamanan dan keselamatan penyelamat. Kedua, keselamatan Tim Penyelamat. Ketiga, penyelamatan korban. ”Jangan sampai penyelamat malah menjadi menjadi korban dalam penyelamatan bencana dan menambah jumlah korban,” kata Muklis, yang juga menjabat sebagai Fasilitator Manajemen Kabupaten (FMK) P2KP Kabupaten Sukoharjo.
Setelah diberikan teori, peserta diajak melakukan simulasi penanganan bencana banjir, yaitu penyelamatan di darat dan di air. Seluruh peserta secara bergantian melakukan praktek di air dengan naik perahu karet dilengkapi pelampung. Para peserta tampak cukup senang dengan kegiatan ini. Selain mendapatkan teori, prakteknya pun diajak naik perahu karet penyelamat, yang belum pernah mereka naiki.
Kepala Bidang Penyelamatan dan Perlindungan dan Ketentraman Badan Kesbangpol dan Limas Sukoharjo Aris Budi, yang turut dalam kegiatan OJT CDM PNPM Mandiri Perkotaan mengatakan, dengan simulasi tersebut pihaknya berharap agar masyarakat mengerti mengenai antisipasi bencana penyelamatan dan upaya penyelamatannya langsung.
”Kondisi cuaca saat ini masih ekstrem, kadang sulit diprediksi, sehingga masih berpotensi terjadi bencana seperti banjir, khususnya banjir lokal. Jadi kegiatan ini bermanfaat bagi peserta, yang sebagian besar adalah relawan ini,” kata Aris Budi. (ufi/Dade Saripudin, Asisten Korkot CD Kab. Sukoharjo KMW XIV Jawa Tengah, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)
5. TIPS BANJIR
Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui untuk mencegah banjir, menghadapi banjir dan ketika sesudah banjir. Berikut ini adalah tipsnya:
SEBELUM BANJIR
• Kerja bakti membersihkan saluran air
• Melaksanakan kegiatan 3M (Menguras, Menutup dan Menimbun) benda-benda yang dapat menjadi sarang nyamuk
• Membuang sampah pada tempatnya
• Menyediakan bak penyimpanan air bersih
SAAT BANJIR
• Evakuasi keluarga ketempat yang lebih tinggi
• Matikan peralatan listrik/sumber listrik
• Amankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang aman
• Ikut mendirikan tenda pengungsian, pembuatan dapur umum
• Terlibat dalam pendistribusian bantuan
• Mengusulkan untuk mendirikan pos kesehatan
• Menggunakan air bersih dengan efisien

SESUDAH BANJIR
• Membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah
• Melakukan pembrantasan sarang nyamuk ( PSN )
• Terlibat dalam kaporitisasi sumur gali
• Terlibat dalam perbaikan jamban dan saluran pembuangan air limbah (SPAL)

1. Tetap siapkan diri anda, karena tetap ada kemungkinan banjir disaat musim hujan
datang

2.Optimalkan ruang / lantai atas rumah anda semaksimal mungkin

3. Stocklist untuk makanan : beras,mie instan,dll sekarang

4.Persiapkan alat2 darurat banjir: tali,senter, lilin dll

5.Koordinasikan dengan warga setempat dan bagi tugas,

dapur umum, crisis center, P3K, tim evakuasi dll singkat kata

: praktekkan manajemen banjir anda di tiap wilayah

6.Pastikan anda dapat selalu mengakses dan diakses oleh siapapun

7.Titipkan benda/barang2 superpenting keluarga pada keluarga

yang tidak kena banjir di sekitar anda.

About these ads
Tagged with:
Posted in kumpulan makalah
2 comments on “Makalah Cara Penyelamatan korban Banjir
  1. fia says:

    bagaimana cara mengatasi wabah penyakit menular akibat bencana banjir?

  2. sadam pasoepati solo says:

    bagus sekali!!! :)

saya yakin sobat membaca artikel saya, kasih sarannya ya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar Isinya

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 388 other followers

%d bloggers like this: